Hilang dari Play Store, Rupiah Plus Ganti Nama Jadi Perdana

Diposting pada

Nama aplikasi Rupiah Plus yang sempat booming mendadak hilang dari google play store sejak akhir tahun lalu. Bukan karena illegal ataupun bangkrut, fintech pinjaman online yang diselenggarakan oleh PT Digital Sinergy Technology Rupiah Plus ganti nama jadi Perdana. Bahkan situs resmi Rupiah Plus tak lagi dapat diakses dan hanya tersisa satu laman yang seolah menuntun pengunjung untuk beralih menggunakan platform Perdana.

Pergantian nama aplikasi Rupiah Plus jadi Perdana tentunya dilakukan dengan sangat matang oleh pihak manajemen. Berikut fakta menarik tentang Rupiah Plus yang perlu Anda tahu.

Salurkan Pinjaman Rp 3 Triliun dalam 1,5 Tahun

rupiah plus hilang dari play store ganti nama jadi perdana

Baca Juga: Pinjaman Online KreditQ Tanpa Agunan

Sebagaimana diberitakan halaman rupublika.co.id 28 November 2018, Rupiah Plus telah berhasil menyalurkan pinjaman Rp 3 triliun. Menariknya total penyaluran kredit tersebut tercapai hanya dalam waktu 1,5 tahun. Lebih rinci lagi, total pengguna aktif pada saat itu telah mencapai 375.000 nasabah.

Tak tanggung-tanggung Rupiah Plus menargetkan penyaluran pinjaman pada tahun 2019 ini hingga 100 juta dolar AS per bulan. Sayangnya pencapaian yang sangat luar biasa tersebut tidak diimbangi dengan kualitas manajemen dan Sumber Daya Manusia yang mumpuni. Khususnya dalam proses penagihan piutang. Tak khayal, banyak berita tak sedap yang menyebutkan bahwa proses penagihan Rupiah Plus kurang berkenan di hati para pengguna.

Penagihan Rupiah Plus Bermasalah

Aplikasi Rupiah Plus termasuk salah satu fintech pionir di Indonesia yang diselenggarakan oleh PT Digital Sinergy Technology. Meski telah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara pinjam meminjam online, pemberitaan negative tentang keberadaannya kerap mewarnai sejumlah media. Salah satunya berkaitan dengan sistem penagihan Rupiah Plus yang bermasalah.

Banyaknya keluhan pelanggan atas cara dan sistem penagihan piutang telah mendesak OJK memanggil dan mempertanyakan prosedur penagihan Rupiah Plus. Asosiasi Fintech (Aftech) yang turut duduk berasama dalam pemanggilan tersebut menyatakan bahwa Rupiah Plus terindikasi melanggar dua aturan.

Kedua pelanggaran tersebut berkaitan dengan POJK Nomor 1 Tahun 2013 tentang perlindungan data konsumen jasa keuangan dan PERMENKOMINFO Nomor 20 tahun 2016 tentang perlindungan data pribadi dalam sistem elektronik.

Buah dari pertemuan tersebut, Rupiah Plus berjanji bakal meluncurkan fitur baru untuk memberikan informasi detail bagi pengguna. Serta berupaya meningkatkan pengawasan terhadap kinerja tim penagih sebagaimana diberitakan katadata.co.id pada 2 Juli 2018.

OJK Beri Sanksi Rupiah Plus

rupiah plus hilang dari play store ganti nama jadi perdana

Baca Juga: Pinjaman Online Bunga Paling Rendah

Atas dugaan pelanggaran yang banyak diberitakan tersebut, OJK telah menjatuhkan sanksi pada Rupiah Plus. Sanksi tersebut berupa penundaan perizinan selama tiga bulan. Harapannya selama periode tersebut Rupiah Plus dapat berbenah diri dalam sistem manajemen, penagihan, serta rasio kredit bermasalah.

Dengan dijatuhkannya sanksi tersebut, Rupiah Plus berjanji bakal berbenah diri sesuai dengan arahan OJK sebagaimana dilansir halaman Kompas pada 26 Juli 2018. Selain itu Direktur Rupiah Plus Bimo Adhiprabowo juga menuturkan bahwa pihaknya menargetkan memperoleh izin dari OJK sebelum Februari 2019.

Sekedar diketahui, perusahaan fintech diwajibkan terdaftar dan memperoleh izin operasi oleh OJK. Secara regulasi, perusahaan fintech P2P Lending bisa mengajukan izin setelah satu tahun terdaftar OJK.

Rupiah Plus Ganti Nama Jadi Perdana

Dari pantauan hiduphemat.com 19 Maret 2019 melalui layanan konten digital google play store, aplikasi Rupiah Plus sudah tidak dapat ditemukan lagi. Saat mencoba mencari dengan kata kunci “Rupiah Plus” yang muncul justru aplikasi Perdana dan aplikasi pinjaman online sejenis.

Setelah mencermati secara seksama, rupanya aplikasi Rupiah Plus ganti nama jadi Perdana dengan tampilan berbeda. Platform fintech tersebut diselenggarakan oleh PT Digital Sinergy Technology dan telah terdaftar OJK dengan nomor terdaftar S-59/NB.213/2018.

Meski merupakan aplikasi berbeda, Perdana memiliki ciri persis dengan Rupiah Plus yakni menawarkan pinjaman online tanpa agunan. Jumlah atau nominal pinjaman yang ditawarkan pun beragam mulai Rp 500 ribu, Rp 1,5 juta, Rp 1,6 juta, dan Rp 1,8 juta.